Jumat, 04 November 2011

METODE CERAMAH

METODE CERAMAH

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas
Dalam mata kuliah Strategi Belajar Mengajar
Yang dibina oleh Nana Luthfiana, S. Pd


























Oleh :

ENDIK PRAWOTO NIM: 0911052







SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
PRODI STRATA 1 PPKn
Oktober, 2011
DAFTAR ISI




Halaman Judul…………………………………………………………………....
Kata Pengantar…………………………………………………………………...
Daftar Isi…………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………….
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….
1.3 Tujuan Masalah……………………………………………………….

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian ......................………………………….......................
2.2 Langkah-langkah Penggunaan Metode Ceramah.........................
2.3 Tujuan Metode Ceramah.............................................................
2.4 Keuntungan dan Kekurangan dalam Menggunakan Metode Ceramah......................................................................................

BABIII PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………
3.2 Saran………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA








KATA PENGANTAR


Puji dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang Metode Ceramah.
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Dra. Hj. Karyati M. Si selaku Ketua STKIP PGRI BL.ITAR.
2. Ibu Nana Luthfiana, S. Pd selaku dosen pembimbing.
3. Semua pihak baik secara langsung maupun tak langsung, yang telah memberi bantuan hingga terselesaikannya makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat kami harapkan, demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya..



Blitar, Oktober 2011



Penyusun





BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan dirasakan sebagai suatu kebutuhan bangsa yang ingin maju. Dengan keyakinan bahwa pendidikan yang bermutu dapat menunjang pembangunan disegala bidang. Dan dengan metode pembelajaran yang dilaksanakan, diharapkan tumbuh kegiatan belajar siswa sebagai akibat dari kegiatan guru mengajar. Dan dengan penggunaan metode yang tepat, diharapkan proses belajar mengajar benar-benar mampu mendorong atau menumbuhkan siswa belajar secara aktif. Sehingga dengan keaktifan ini bisa mengembangkan kemampuan siswa, sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional (Undang-Undang Republik Indonesia no. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, BAB II Pasal 3).
1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang di maksud dengan metode ceramah?
1.2.2 Bagaimana langkah-langkah dalam menggunakan metode ceramah?
1.2.3 Apa tujuan metode ceramah?
1.2.4 Apa keuntungan dan kekurangan dalam menggunakan metode ceramah?

1.3 Tujuan Masalah

1.3.1 Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan metode ceramah?
1.3.2 Untuk mengetahui langkah-langkah dalam menggunakan metode ceramah?
1.3.3 Untuk mengetahui apa tujuan metode cceramah?
1.3.4 Untuk mengetahui apa keuntungan dan kekurangan dalam menggunakan metode ceramah?

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian
Metode ceramah atau kuliah ( lecture ) merupakan cara belajar mengajar di mana bahan disajikan oleh guru secara monologue, sehingga pembicaraan lebih bersifat satu arah ( one way communication ). Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Sedangkan menurut Mc Leish (1976), ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. Demikian pula ceramah dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antar ide atau konsep yang diceramahkan atau menjelaskan hubungan antara teori dan hasil-hasil penelitian.
Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, dan didukung alat , media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaanya.
Pada umumnya metode ceramah masih sering digunakan oleh para guru atau tenaga pengajar, bahkan ada pula yang enggan untuk melepaskan metode tersebut, walaupun terkesan monoton. Beberapa alasan yang menyebabkan mengapa metode ini masih sering dipergunakan yaitu :
a. Mengikuti kiprah umum.
b. Kebiasaan yang membaku pada diri seorang guru.
c. Pertimbangan praktis, artinya metode ini murah mudah dan cepat, tidak memerlukan fasilitas dan persiapan yang banyak.
d. Ketidaktahuan akan cara atau tehnik yang lainnya.
e. Faktor jumlah program dan kurangnya waktu.
Metode ceramah sangat umum digunakan sejak dulu sampai sekarang, dan menjadi kecenderungan bagi sebagian pengajar untuk tetap menggunakannya. Dan agar penggunaan metode ini mempunyai kewajaran yang proporsional, maka seorang pengajar perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Tujuan yang hendak dicapai.
b. Bahan yang akan diajarkan ( termasuk buku sumber yang tersedia ).
c. Alat, fasilitas, dan waktu yang tersedia.
d. Kualitas dan kuantitas peserta didik.
e. Kemampuan guru dalam penguasaan materi dan kemampuan berbicara.
f. Pemilihan metode mengajar lainnya sebagai metode bantu.
g. Situasi pada waktu itu.

2.2 Tujuan Metode Ceramah
Penggunaan metode ceramah memiliki beberapa tujuan, yaitu :
a. Mentransfer sejumlah pengetahuan dari guru kepada siswa.
b. Memberikan ilham kepada siswa tentang sesuatu untuk dipelajari lebih lanjut.
c. Menerangkan, menjelaskan sesuatu dari bahan yang ada.
d. Mengemukakan hal yang tidak ada dalam buku.
e. Memberikan gambaran umum dari keseluruhan bidang studi atau konsep.
f. Menuntun siswa mengenal struktur dasar pengetahuan.
g. Menuntun siswa ke arah mengetahui : kerangka, sistematika, logika dan pengembangan struktur ilmu.
h. Mengajak siswa untuk berdialog ke dalam dirinya maupun dengan luar dirinya ( guru, teman , lingkungan dll. ).
i. Mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat dinyatakan secara tertulis ataupun ungkapan yang sederhana.
2.3 Langkah-langkah Penggunaan Metode Ceramah
Dalam pelaksanaannya, metode ceramah memerlukan beberapa langkah yang harus diperhatikan. Dan pada umumnya langkah-langkah tersebut meliputi 3 ( tiga ) langkah pokok, yaitu : persiapan atau perencanaan, pelaksanaan, dan kesimpulan. Sedangkan secara rinci langkah konkritnya adalah sebagai berikut :
a. Tahap persiapan, yaitu suatu tahap yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk menciptakan kondisi belajar yang baik sebelum mengajar dimulai ( penyiapan bahan ceramah secara matang )
b. Tahap penyajian, yaitu suatu tahap dimana seorang guru menyampaikan bahan ceramah. Pada tahap ini murid memperhatikan, mendengarkan, mencamkan dan mencatat.
c. Tahap asosiasi ( komparasi ), yaitu member kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan dan membandingkan bahan ceramah yang telah diterimanya. Untuk itu pada tahap ini diberikan kesempatan tanya jawab atau diskusi.
d. Tahap generalisasi ( kesimpulan ), yaitu tahap dimana kelas menyimpulkan hasil ceramah secara umum dan siswa mencatat bahan yang telah diceramahkan.
e. Tahap aplikasi atau evaluasi, yaitu penilaian terhadap pemahaman siswa mengenai bahan yang telah diberikan guru atau pengajar.

2.4 Keuntungan dan Kekurangan
Didalam menggunakan suatu metode pembelajaran, pasti terdapat keuntungan atau kelebihan dan kekurangannya, begitu pula yang terdapat dalam metode ceramah.
a. Keuntungan metode ceramah :
1. Dapat mentransfer ide dan memberikan analisa yang sejelas-jelasnya.
2. Dapat melihat dan menyesuaikan diri dengan keadaan dan siswanya.
3. Sangat tepat untuk menyampaikan informasi.
4. Dapat segera untuk mengetahui keadaan dan daya terima siswa.
5. Tepat untuk keadaan, dimana siswa berbanding guru tidak seimbang, dengan disertai tehnik dan variasi tambahan atau pengayaan. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
6. Bila terjadi kekeliruan penyampaian bahan, dapat segera diperbaiki.
7. Dengan variasi visual dapat lebih menarik dan hidup.
8. Sangat mudah dilaksanakan, muarh dan cepat.
9. Guru mudah menguasai arah pembicaraan seluruh kelas.
b. Kelemahan metode ceramah :
1. Bersifat satu arah atau monologue, sehingga lebih bersifat penuangan ilmu ( garis besar pada guru ), sehingga membuat siswa pasif.
2. Mono tehnik dan mematikan kerja indera lain serta adanya penurunan daya indera yang dipergunakan.
3. Penyamarataan daya mampu siswa.
4. Bila persiapan buruk, bahan tidak sistematis, tata urutan konsep tidak diperhatikan dan cara membawakannya jelek, maka pelaksanaannya akan menjadi kacau, menyulitkan siswa dan kehilangan arah.
5. Sering membosankan dan monoton, sehingga kurang menarik bagi siswa.
6. Hasil pelajaran semu dan kurang mantap.
7. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme







BAB III
PENUTUP


3.1Kesimpulan
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah tidak
Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, dan didukung alat , media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaanya.
Metode ceramah adalah metode yang tergolong sangat murah, sehingga paling sering digunakan oleh para guru atau pengajar.

3.3 Saran
Makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari para pembaca, demi sempurnya makalah ini.














DAFTAR PUSTAKA

Dibyanto, Drs, 2001, Strategi Belajar Mengajar ( Menuju ke Arah Sukses Mengajar )
http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metode-pembelajaran.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar